Search

nur lailyana

…to share another magic with you…

Saatnya Melangkah

“ I suppose in the end, the whole of life becomes an act of letting go, but what always hurts the most is not taking a moment to say goodbye. ” – (Pi Patel).

Setiap perjalanan pasti menyimpan kenangan. Di setiap kenangan pasti ada pelajaran. Dan di setiap pelajaran kita membuat perbedaan. Bukan waktu yang mudah saat ini ketika kita disudutkan untuk membuat keputusan. Berat ketika kami menyadari harus berpisah dari mereka yang kami cinta. Sebuah momen yang tak pernah kami persiapkan. Pemaksaan yang berujung menjadi rindu – rindu yang tak kunjung pudar. Lalu menjadi rantai, menjadi candu, menyulitkan langkah, menjadi alasan untuk berkata lelah.

Begitulah impian, ia punya harga yang harus dibayar. Ia punya daya untuk mengambil semua yang kita rindukan. Ia ingin melihat sekuat apakah keinginan kita untuk mendapatkannya. Tetapi konon ia akan mengembalikan kepingan – kepingan yang telah ia pinjam kepada kita, nanti, ketika kita berhasil mendapatkannya. Impian. Sedetikpun tak ingin terpejam, saat ini aku hanya ingin bersama dia, mereka, membuat cerita. Sebuah cerita yang akan mengawali petualangan dari sebenar-benar dunia yang lebih nyata. Dan jika telah tiba waktunya kita harus berpisah, dengan mengucap ‘bismillah’ kita melangkah..

copyright by Nur Fahmy

Tuan?

Adakah yang mengerti aku, Tuan?
Sebab kini kau pun bukan jawaban
Entahlah sudah; segala alasan
Sana-sini hilang arah tujuan
Adakah kau masih untukku, Tuan?

Rindu

Kembali mengudara perlahan
Membawa angan semakin jauh mengangkasa
Untuk banyak rindu lama, yang terpendam
Ditimbun nyata, yang tak berkelanjutan
menggores luka
sayatan perih
Menggenangkan lagi asa lalu
Menitik tak mau tau,
jatuh menginjak bumi untuk kesekian
Padamu mata ini tak ragu
Bulir satu dua, lalu beruntun
Siapkah kau tampung sedih sayu sepi?
yang pasti jelas kau lihat saat benar ada di sini

Lalu ku temukan kau pada sudut merah
yang ranum oleh amarah
Masih sama seperti awal jumpa
Kau malu-malu bagai tersipu hindari aku

Sampai lepas sudah segala rindu
yang sempat bermalam
Pada matamu
yang juga masih aku kenali di hari lalu

Lagi-lagi

Begini malam, sunyi lagi-lagi hadirkan sepi. Seperti yang kamu tahu. Aku bukanlah jiwa yang bisa meretas hampa dengan sendiri. Aku bukanlah yang tegar bila angan mencoba lari, menuju yang lalu sebelum hari ini.

Begini malam, masih payah membiarkan gelisah bergerilya leluasa menjamah ruang langit pikiran tanpa berkesudahan. Lagi, kini mulai ragu untuk mampu hempaskan ingin. Aku mulai tak sabar menanti pagi dengan kamu yang mengusir cemas, membiaskan kangen dalam aku yang sebegini rindu.

Kau pagi, masihkah aku butuh banyak waktu untuk menunggumu datang bersama dia? Atau itu tak mungkin, lagi.

00.50

Lagu Malam

You said move on
Where do I go
I guess second best
Is all I will know

Cause when I am with him
I am thinking of you

“Stop Re!”, dia yang di sampingku hanya menyerngitkan alis tebalnya, kembali mengemudikan sedan hitam miliknya. Hening menyapa.

Malam belum usai. Baru akan dimulai dan kau masih malu-malu di balik tirai. Aku tertawa. Kau seorang pemalu ataukah pecundang?

Say something, I am giving up on you
I’ll be the one, if you want me to
Anywhere, I would’ve followed you
Say something, I am giving up on you

“Stop Re!”, dia hanya mengangkat bahu enggan bertanya. Camry hitam kembali melaju di tengah hujan kota malam ini. Hening bersorak.

Dingin masih ingin berteman, dirasa ragu mengundang hangat di tepi kealpaan. Aku tertawa lagi. Kau tak akan pernah berusaha untukku bukan?

We finally find this
Then you’re gone
Been chasing rainbows all along
and you have cursed me
When there’s no one left to blame
and I have loved you just the same
and you have broken every single fucking rule
and I have loved you like a fool

“Stop Re!”, dia diam diikuti aku yang juga diam. Sejenak aku melihat kerling matanya, menatapku heran. Aku pura-pura tak mengerti, kebiasaanku memang begitu. Hening berteriak.

Lagi-lagi aku tertawa. Sudah ke sana-sini, belum juga bertemu yang ingin dituju. Mungkin memang tak akan bersatu. Coba hilangkan ingatanku tentangmu saja, biar aku tak terlalu bodoh di matamu, bisakah kau?

“Just listen to this song.”, dia berucap singkat. Musik mengalun pelan. Satu lagu penuh milik James Morisson.

Everybodies talking in words
I don’t understand
You got to be the only one
who knows just who I am
Your shinin in the distance
I hope I can make it through
Cause the only place
that I want to be
is right back home with you

“Forget him, Na.”
“I’ll try.”
“Just letting you know that, you’re not alone.”, dia sejenak menatapku, “I’ll be there for you.”, lanjutnya mantap.

Aku tersenyum. Kali ini bahagia yang meretas kebisuan. Malam masih terjaga, masih setia menampung luka, masih betah sediakan gembira. Hening pun tetap berada dalam pelukan. Setidaknya dingin mulai terabaikan, sebab hangat yang kau sediakan.

I don’t want just a memory
Give me forever
Don’t even think about saying good bye
Cause I just want one love to be enough
and remain in my heart till I die

Lalu kali ini, biarkan satu lagu Renee Olstead mewakili aku terhadap dia yang tak pernah bertanya siapa yang ada di setiap tanya; yang aku punya.

-pada malam April yang terasing

Sangat Rindu

Adhitia Sofyan

Kala kau bilang cinta
Indah rasa di dada
Terukir lagi jiwa
Ingin ku bersamamu

Dimana kau berada
Lama tidak berjumpa
Kenangan yang telah ada
Takkan bisa ku lupa

Aku tak bisa hentikan bayangan
Dirimu yang ada di kepalaku
Ku hanya ingin kau untuk tahu

Aku sangat rindu padamu
Percayalah telah kuberi hatiku
Silahkan kau belah dada ku
Dan kau lihat adanya dirimu

Tak bisa ku pahami semenjak
Kau jauh dariku
Perasaan ini jadi tak menentu
Hanya memikirkan kau seorang

Ku telah coba hilangkan
Bayangan dirimu yang ada di kepalaku
Namun aku takkan pernah bisa

Aku sangat rindu padamu
Percayalah telah kuberi hatiku
Silahkan kau belah dada ku
Dan kau lihat adanya dirimu

Ku tak bisa tuk jauh darimu

Aku sangat rindu padamu
Percayalah tlah kuberi hatiku
Silahkan kau belah dada ku
Dan kau lihat adanya dirimu

Aku sangat rindu padamu
Percayalah telah kuberi hatiku
Silahkan kau belah dada ku
Dan kau lihat adanya dirimu

SANGAT RINDU youtube

Biarkan Aku

Biar,
biar waktu ini selesaikan
Rindu yang amat
biarkan meluap

Aku rindu

Rinduku lekat enggan lepas
Seperti aku kamu yang tak pernah tuntas
atau selalu mengelak untuk ditumpas
meski akhir berkata lekas; sudahi

Biar sesak saja
Begini mungkin yang paling disebut baik
Biarkan aku sesak sendiri
Ini urusanku,
ini pilihanku
Selamat menjadi baik!
Sampai bertemu nanti,
kelak suatu saat
dengan perasaan yang membaik. semoga.

Tunggu!

Tunggu sebentar!
Jangan melulu kau tampar; masih memar!

Pamit

TULUS

Tubuh saling bersandar
Ke arah mata angin berbeda
Kau menunggu datangnya malam
Saat kumenanti fajar

Sudah coba berbagai cara
Agar kita tetap bersama
Yang tersisa dari kisah ini
Hanya kau takut ku hilang

Perdebatan apapun menuju kata pisah
Jangan paksakan genggamanmu
Izinkan aku pergi dulu
Yang berubah hanya
Tak lagi ku milikmu
Kau masih bisa melihatku
Kau harus percaya
Ku tetap teman baikmu

Sudah coba berbagai cara
Agar kita tetap bersama
Yang tersisa dari kisah ini
Hanya kau takut kuhilang

Perdebatan apapun menuju kata pisah
Jangan paksakan genggamanmu
Yang berubah hanya
Tak lagi kumilikmu

Kau harus percaya
Ku tetap teman baikmu
Izinkan aku pergi dulu
Yang berubah hanya
Tak lagi kumilikmu
Kau masih bisa melihatku

Kau harus percaya
Ku tetap teman baikmu

klik video PAMIT

MP3 download PAMIT

Up ↑