Search

nur lailyana

…to share another magic with you…

Month

December 2015

..ahh

Mungkin adalah hal yang wajar
Saat kau tak menyadari ada yang perlahan-lahan mulai pudar
Disini,
di tempat yang bahkan masih entah letak pastinya
Lagi-lagi, ada yang menahan luka

Kau tau?

Itu indah
Semua kata yang kau jadikan wadah
untuk kita menumpahkan segala gundah
yang sebenarnya sangat entah
untuk ditelaah

Namun asal kau tau…

Kini,
hanya sampah

Kalau tau begini,
aku lebih baik tak mengenalmu
Jangan mendekat,
melihatpun tak perlu

Karena aku tau,
aku bukanlah yang sebenarnya ingin kau tuju,
walau kata mu kau rindu,
nyatanya semua palsu

Seperti mimpi,
yang menyelinap dalam tidurmu, lalu menghilang
Seperti itu pula,
aku akan pergi setelah sempat datang

 

Advertisements

Sudah.

Kau di sana. Aku ke sana.
Kau jauh. Aku mendekat.
Kau hanya diam. Aku diam-diam, memperhatikanmu.
Kau curi hatiku. Aku curi perhatianmu; pun tak bisa.

Ah,
sudah, aku lelah,
aku menyerah.

Up ↑