Search

nur lailyana

…to share another magic with you…

Category

Uncategorized

Sangat Rindu

Adhitia Sofyan

Kala kau bilang cinta
Indah rasa di dada
Terukir lagi jiwa
Ingin ku bersamamu

Dimana kau berada
Lama tidak berjumpa
Kenangan yang telah ada
Takkan bisa ku lupa

Aku tak bisa hentikan bayangan
Dirimu yang ada di kepalaku
Ku hanya ingin kau untuk tahu

Aku sangat rindu padamu
Percayalah telah kuberi hatiku
Silahkan kau belah dada ku
Dan kau lihat adanya dirimu

Tak bisa ku pahami semenjak
Kau jauh dariku
Perasaan ini jadi tak menentu
Hanya memikirkan kau seorang

Ku telah coba hilangkan
Bayangan dirimu yang ada di kepalaku
Namun aku takkan pernah bisa

Aku sangat rindu padamu
Percayalah telah kuberi hatiku
Silahkan kau belah dada ku
Dan kau lihat adanya dirimu

Ku tak bisa tuk jauh darimu

Aku sangat rindu padamu
Percayalah tlah kuberi hatiku
Silahkan kau belah dada ku
Dan kau lihat adanya dirimu

Aku sangat rindu padamu
Percayalah telah kuberi hatiku
Silahkan kau belah dada ku
Dan kau lihat adanya dirimu

SANGAT RINDU youtube

Pamit

TULUS

Tubuh saling bersandar
Ke arah mata angin berbeda
Kau menunggu datangnya malam
Saat kumenanti fajar

Sudah coba berbagai cara
Agar kita tetap bersama
Yang tersisa dari kisah ini
Hanya kau takut ku hilang

Perdebatan apapun menuju kata pisah
Jangan paksakan genggamanmu
Izinkan aku pergi dulu
Yang berubah hanya
Tak lagi ku milikmu
Kau masih bisa melihatku
Kau harus percaya
Ku tetap teman baikmu

Sudah coba berbagai cara
Agar kita tetap bersama
Yang tersisa dari kisah ini
Hanya kau takut kuhilang

Perdebatan apapun menuju kata pisah
Jangan paksakan genggamanmu
Yang berubah hanya
Tak lagi kumilikmu

Kau harus percaya
Ku tetap teman baikmu
Izinkan aku pergi dulu
Yang berubah hanya
Tak lagi kumilikmu
Kau masih bisa melihatku

Kau harus percaya
Ku tetap teman baikmu

klik video PAMIT

MP3 download PAMIT

Kamu.

Aku suka kamu,
kamu yang aku kenal
Bukan kamu yang mereka tahu,
karena mereka tak mengenal mu,
pun bukan kamu yang mereka kenal,
sebelum kau mengenal ku

“Aku suka kamu! Dan inilah aku yang menyukaimu dalam rasa cemas yang tak ingin ku buktikan.”, ucap ku.

Malam yang Tak Ingin Ku Segerakan

Jangan berlebihan,
aku menyukaimu dalam kesederhanaan
Sekarang, cukup aku dulu saja yang tahu
bahwa ada rasa yang benar-benar bersemi di sini
Meski belum pasti,
tapi itu cukup membuat aku menari malam ini

Kau pagi,
kau mentari
Kapan kembali?
Aku tak sabar menanti
Biar bisa bertemu nya lagi

 

..ahh

Mungkin adalah hal yang wajar
Saat kau tak menyadari ada yang perlahan-lahan mulai pudar
Disini,
di tempat yang bahkan masih entah letak pastinya
Lagi-lagi, ada yang menahan luka

Kau tau?

Itu indah
Semua kata yang kau jadikan wadah
untuk kita menumpahkan segala gundah
yang sebenarnya sangat entah
untuk ditelaah

Namun asal kau tau…

Kini,
hanya sampah

Kalau tau begini,
aku lebih baik tak mengenalmu
Jangan mendekat,
melihatpun tak perlu

Karena aku tau,
aku bukanlah yang sebenarnya ingin kau tuju,
walau kata mu kau rindu,
nyatanya semua palsu

Seperti mimpi,
yang menyelinap dalam tidurmu, lalu menghilang
Seperti itu pula,
aku akan pergi setelah sempat datang

 

Sudah.

Kau di sana. Aku ke sana.
Kau jauh. Aku mendekat.
Kau hanya diam. Aku diam-diam, memperhatikanmu.
Kau curi hatiku. Aku curi perhatianmu; pun tak bisa.

Ah,
sudah, aku lelah,
aku menyerah.

Sebentar…

Bukan, bukannya aku tak mengerti
tentang rasa yang menjadi arti
Semua kata menuju pagi
Aku tau dengan pasti

Bukan, bukannya aku menghindar
Hanya tak ingin semua pudar
dan menghilang
saat mentari mulai bersinar

Jangan, jangan salahkan aku
Aku juga tak akan menyalahkanmu
Karena kita sama tahu
Mungkin kita belum mampu
Untuk saling menjatuhkan
perasaan
Walau hanya dalam angan
itu pun tak akan

Tapi jangan, jangan berhenti
Cobalah sedikit lagi menanti
Biar aku bisa menyediakan hati
Untukmu ada disini

Wonosobo, 29 November 2015

Raja Hutan

Di sebuah hutan, hiduplah berbagai macam hewan seperti beruang, kelinci, gajah, ular, singa, dan lain-lain. Mereka hidup rukun, dan saling menyayangi satu sama lain. Kehidupan di hutan itu sangat tenang dan damai.

Suatu hari mereka memilih seorang raja. Gajah pun mencalonkan diri. “Akulah yang pantas menjadi raja…. Hahahahaa…” hewan seperti zebra, kucing, kelinci, kuda menyetujui hal tersebut. “Iya.. iyaaa… aku setuju” tidak lama kemudian Sinag mencalonkan diri. “Tidak, yang pantas menjadi raja adalah aku.” Ular kobra, serigala, buaya, anjing, dan harimau setuju akan hal itu.
“Yang pantas menjadi raja adalah aku”
“Tidak, tapi aku”
“Aku!!”
“Aku!”
Mereka berdebat lama sekali.
Zebra datang ke perdebatan singa dan gajah. “Begini saja, kita adakan voting seperti yang dilakukan manusia manusia sekarang. “ Keesokan harinya disediakan 2 bangku untuk para calon raja. Setelah dilakukan voting akhirnya yang menang adalah Singa. “Aduuh senangnya menjadi raja.” Lalu dia mengajak seluruh penduduk ke rumahnya. “Lihat saja nanti.” Kata gajah dalam hati.
5 tahun kemudian diadakan voting kembali, dan Singa menjadi pemenangnya. Akhirnya Singa menjadi raja hutan selama lamanya, seperti yang kita tahu saat ini…

Aku Kamu bukan Kita

Aku telah mengenalmu lama.
Namun tak selama kau mengenal dirimu sendiri.

Selalu ada kesalahan yang ku perbuat, untuk menciptakan perbedaan diantara kita.
Selalu ada Aku dan Kamu, karena Kita telah tiada.
Dan nyatanya, aku tak pernah bisa memahami mu.

Up ↑