Search

nur lailyana

…to share another magic with you…

Bila Mampu

Sihir aku malam ini, Tuan

Barangkali mampu ubah caraku berpikir
Kau ubahlah
sesegera
secepatnya
sekarang
jangan ada nanti
Sayang cuma khayal
Hilang saja kau ditelan bumi

Sana kau sanalah

Aku ingin kau enyah
Biar aku saja di sini
kau tak usah

Sana kau sanalah

Meski sering buatku betah
Bengah aku dibuatmu jengah

Sana kau sanalah

Aku masih dirundung entah

Jadi lekas pergilah,
Tuan

00.46

Bicaralah…
tentang rasa yang kau rasa, biar disini aku mengerti
kepastian apa kali ini yang tidak pasti

Lagi-lagi aku kau obati
Rinduku perlahan hidup setelah lama mati

Tapi aku diam
membungkam
bukannya muram karena temaram

Mungkin hanya sungkan
memberi perlawanan
karena pasrah jadi tawanan

Kamu.

Aku suka kamu,
kamu yang aku kenal
Bukan kamu yang mereka tahu,
karena mereka tak mengenal mu,
pun bukan kamu yang mereka kenal,
sebelum kau mengenal ku

“Aku suka kamu! Dan inilah aku yang menyukaimu dalam rasa cemas yang tak ingin ku buktikan.”, ucap ku.

Malam yang Tak Ingin Ku Segerakan

Jangan berlebihan,
aku menyukaimu dalam kesederhanaan
Sekarang, cukup aku dulu saja yang tahu
bahwa ada rasa yang benar-benar bersemi di sini
Meski belum pasti,
tapi itu cukup membuat aku menari malam ini

Kau pagi,
kau mentari
Kapan kembali?
Aku tak sabar menanti
Biar bisa bertemu nya lagi

 

..ahh

Mungkin adalah hal yang wajar
Saat kau tak menyadari ada yang perlahan-lahan mulai pudar
Disini,
di tempat yang bahkan masih entah letak pastinya
Lagi-lagi, ada yang menahan luka

Kau tau?

Itu indah
Semua kata yang kau jadikan wadah
untuk kita menumpahkan segala gundah
yang sebenarnya sangat entah
untuk ditelaah

Namun asal kau tau…

Kini,
hanya sampah

Kalau tau begini,
aku lebih baik tak mengenalmu
Jangan mendekat,
melihatpun tak perlu

Karena aku tau,
aku bukanlah yang sebenarnya ingin kau tuju,
walau kata mu kau rindu,
nyatanya semua palsu

Seperti mimpi,
yang menyelinap dalam tidurmu, lalu menghilang
Seperti itu pula,
aku akan pergi setelah sempat datang

 

Sudah.

Kau di sana. Aku ke sana.
Kau jauh. Aku mendekat.
Kau hanya diam. Aku diam-diam, memperhatikanmu.
Kau curi hatiku. Aku curi perhatianmu; pun tak bisa.

Ah,
sudah, aku lelah,
aku menyerah.

Sebentar…

Bukan, bukannya aku tak mengerti
tentang rasa yang menjadi arti
Semua kata menuju pagi
Aku tau dengan pasti

Bukan, bukannya aku menghindar
Hanya tak ingin semua pudar
dan menghilang
saat mentari mulai bersinar

Jangan, jangan salahkan aku
Aku juga tak akan menyalahkanmu
Karena kita sama tahu
Mungkin kita belum mampu
Untuk saling menjatuhkan
perasaan
Walau hanya dalam angan
itu pun tak akan

Tapi jangan, jangan berhenti
Cobalah sedikit lagi menanti
Biar aku bisa menyediakan hati
Untukmu ada disini

Wonosobo, 29 November 2015

Raja Hutan

Di sebuah hutan, hiduplah berbagai macam hewan seperti beruang, kelinci, gajah, ular, singa, dan lain-lain. Mereka hidup rukun, dan saling menyayangi satu sama lain. Kehidupan di hutan itu sangat tenang dan damai.

Suatu hari mereka memilih seorang raja. Gajah pun mencalonkan diri. “Akulah yang pantas menjadi raja…. Hahahahaa…” hewan seperti zebra, kucing, kelinci, kuda menyetujui hal tersebut. “Iya.. iyaaa… aku setuju” tidak lama kemudian Sinag mencalonkan diri. “Tidak, yang pantas menjadi raja adalah aku.” Ular kobra, serigala, buaya, anjing, dan harimau setuju akan hal itu.
“Yang pantas menjadi raja adalah aku”
“Tidak, tapi aku”
“Aku!!”
“Aku!”
Mereka berdebat lama sekali.
Zebra datang ke perdebatan singa dan gajah. “Begini saja, kita adakan voting seperti yang dilakukan manusia manusia sekarang. “ Keesokan harinya disediakan 2 bangku untuk para calon raja. Setelah dilakukan voting akhirnya yang menang adalah Singa. “Aduuh senangnya menjadi raja.” Lalu dia mengajak seluruh penduduk ke rumahnya. “Lihat saja nanti.” Kata gajah dalam hati.
5 tahun kemudian diadakan voting kembali, dan Singa menjadi pemenangnya. Akhirnya Singa menjadi raja hutan selama lamanya, seperti yang kita tahu saat ini…

Oh My God, Rock!

What a wonderful comic. 😀
komik 11 komik 22 komik 33 komik 44 komik 55 Untitled

Up ↑